Baca Juga: PTUN Bandung Kabulkan Eksekusi, Pemdes Cimayang Wajib Jalankan Putusan KI Jabar
“Ini kabar baik. Setelah harga-harga naik karena dorongan Natal dan Tahun Baru, pada Januari justru terjadi penurunan,” kata Mendagri.
Kendati demikian, Tito mengingatkan sejumlah daerah dengan tingkat inflasi relatif tinggi agar segera mengambil langkah pengendalian.
Ia meminta pemerintah daerah secara aktif memantau pergerakan harga komoditas strategis, seperti cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, bawang putih, serta beras yang di beberapa wilayah mulai menunjukkan tren kenaikan.
Selain pengendalian harga, Mendagri juga menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan dan cadangan logistik, khususnya bagi daerah yang rawan bencana.
Ia mencontohkan pengalaman sejumlah provinsi seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang pernah mengalami lonjakan harga akibat terganggunya jalur distribusi pasca-bencana.
“Daerah yang rawan gangguan logistik harus memiliki cadangan pangan, baik dengan memproduksi sendiri maupun melalui stok. Idealnya mampu mencukupi kebutuhan minimal tiga bulan,” tegasnya.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat lintas kementerian dan lembaga, di antaranya Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa, serta Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP Imran.
Kegiatan juga diikuti secara daring oleh jajaran pemerintah daerah dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.