BOGOR.24JAMNEWS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai mengoperasikan Kereta Petani dan Pedagang pada layanan Commuter Line Merak sejak Senin 1 Desember.
Kehadiran layanan baru ini membuka akses distribusi barang yang lebih cepat dan murah bagi pelaku usaha rakyat di Banten.
KAI menghadirkan kereta khusus ini melalui skema subsidi PSO Kementerian Perhubungan.
Tarifnya hanya Rp 3.000, sehingga petani dan pedagang bisa mengangkut hasil bumi tanpa terbebani biaya transportasi.
Dalam unggahan resminya, KAI menjelaskan bahwa kereta ini menjadi hasil kolaborasi KAI Group dan DJKA Kemenhub.
Balai Yasa Surabaya Gubeng menangani seluruh proses desain hingga modifikasi, mulai dari interior, bagasi, hingga sistem pendukung perjalanan.
KAI menegaskan bahwa inovasi ini bertujuan mempermudah petani dan pedagang membawa barang dagangan dengan aman, cepat, dan bebas macet.
Kereta Petani dan Pedagang menampung 73 penumpang dan menyediakan ruang bagasi luas.
Layanan ini beroperasi pada 14 perjalanan Commuter Line Merak setiap hari, melintasi 11 stasiun dari Rangkasbitung sampai Merak.
Setiap pengguna boleh membawa dua koli barang berukuran besar.
Untuk mengakses layanan, pelanggan bisa mendaftar Kartu Petani dan Pedagang, membeli tiket sejak H-7, dan melakukan boarding lebih awal.
Penumpang tanpa kartu tetap bisa naik selama kuota masih tersedia. Seluruh sarana telah melalui uji teknis dan sertifikasi untuk menjamin keamanan perjalanan.
Pada hari pertama, 95 pengguna memanfaatkan kereta ini dengan membawa hasil pertanian, produk olahan, dan kerajinan.
Pengoperasian kereta ini sekaligus memperlihatkan keberpihakan Presiden Prabowo terhadap petani dan pedagang kecil.