• Sabtu, 18 April 2026

BPVP Bandung Barat Gencarkan Agroforestri, 73 Ribu Pohon Kopi Ditanam untuk Jaga Hutan Jabar

Photo Author
Haidy Arsyad, Bogor 24 Jam
- Selasa, 23 Desember 2025 | 13:38 WIB
Petani menanam bibit kopi dalam program agroforestri BPVP Bandung Barat sebagai upaya menjaga hutan dan meningkatkan ekonomi warga. (Ist)
Petani menanam bibit kopi dalam program agroforestri BPVP Bandung Barat sebagai upaya menjaga hutan dan meningkatkan ekonomi warga. (Ist)

BOGOR.24JAMNEWS.COM — Program agroforestri berbasis perhutanan sosial terus digencarkan sebagai upaya menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat, Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan mendorong penanaman puluhan ribu pohon kopi di berbagai wilayah Jawa Barat.

Program ini menggabungkan konservasi lingkungan dengan penguatan ekonomi warga sekitar kawasan hutan.

Baca Juga: PHK Nasional Tembus 79 Ribu Pekerja Sepanjang 2025, Jawa Barat Jadi Provinsi Paling Terdampak

Masyarakat tidak hanya dilibatkan dalam penanaman, tetapi juga dibekali keterampilan budidaya dan pengolahan hasil kopi secara berkelanjutan.

Kelompok Tani Hutan (KTH) Cikancung, Kabupaten Bandung, menjadi salah satu penerima manfaat program tersebut. Ketua KTH Cikancung, Luki Iskandar, menilai program agroforestri memberikan dampak nyata bagi petani sekaligus kelestarian kawasan hutan.

“Program ini sangat membantu kami. Petani tidak hanya diajarkan menanam kopi dengan teknik yang benar, tetapi juga bagaimana menjaga hutan agar tetap lestari. Lingkungan terjaga dan masyarakat memiliki sumber penghasilan berkelanjutan,” ujar Luki, Senin 22 Desember 2025.

Menurut Luki, pelatihan yang diberikan bersifat komprehensif, mulai dari pembibitan, pola tanam dalam lubang, pemupukan, hingga pengendalian hama. Seluruh materi disampaikan langsung oleh instruktur dan diterapkan di lapangan.

Dalam tahap awal, KTH Cikancung telah menanam sekitar 1.000 pohon kopi yang tersebar di lahan seluas kurang lebih 28 hektare. Penanaman dilakukan bertahap dan terstruktur, menyesuaikan kondisi lahan dan daya dukung kawasan.

“Agroforestri ini memberi manfaat ganda. Hutan tetap terjaga, dan hasil kopi nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Ini solusi yang adil bagi lingkungan dan ekonomi petani,” tambahnya.

Selain budidaya kopi, peserta program juga mendapatkan pelatihan tambahan seperti pengolahan kopi pascapanen dan budidaya lebah madu. 

Diversifikasi ini bertujuan membuka sumber pendapatan baru agar petani tidak bergantung pada satu komoditas.

Secara keseluruhan, program agroforestri BPVP Bandung Barat melibatkan 130 kelompok di Jawa Barat, terdiri dari 20 kelompok boarding dan 110 kelompok nonboarding, dengan total peserta mencapai 2.080 orang. Sebanyak 73 kelompok difokuskan pada penanaman kopi.

Setiap kelompok menerima bantuan sekitar 1.000 bibit kopi, sehingga total pohon yang telah ditanam mencapai sekitar 73.000 pohon. 

Selain kopi, pelatihan juga mencakup penyangraian biji kopi, pengolahan pascapanen, budidaya lebah madu, serta pengolahan ikan dan hasil laut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haidy Arsyad

Tags

Terkini

X