BOGOR.24JAMNEWS.COM – Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi berbasis gotong royong di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Senin 9 Februari 2026
Gagasan ini dinilai mampu menjadi alternatif dalam menghadapi ketimpangan ekonomi, dominasi korporasi besar, hingga melemahnya daya beli masyarakat.
Sejumlah pihak menilai, konsep koperasi bukanlah sistem lama yang tertinggal, melainkan model ekonomi yang relevan dengan karakter bangsa Indonesia.
Melalui wadah kolektif, petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga pekerja diharapkan memiliki posisi tawar lebih kuat di pasar.
Salah satu penggagas program menyampaikan bahwa KDMP dirancang untuk mengembalikan perputaran ekonomi kepada masyarakat. “Koperasi harus menjadi alat perjuangan ekonomi rakyat, bukan sekadar simbol,” ujarnya.
Ia menambahkan, akses modal yang lebih merata serta distribusi yang lebih singkat menjadi fokus utama agar keuntungan dapat kembali kepada anggota.
Baca Juga: PTUN Bandung Kabulkan Eksekusi, Pemdes Cimayang Wajib Jalankan Putusan KI Jabar
Secara tidak langsung, program ini juga dipandang sebagai upaya memperkuat ekonomi Pancasila yang menekankan kebersamaan dan keadilan sosial.
Pengamat ekonomi menyebutkan, keberadaan koperasi desa berpotensi menciptakan ekosistem usaha yang lebih mandiri serta mengurangi ketergantungan pada pihak luar.
Selain berfungsi sebagai lembaga ekonomi, KDMP juga disebut membawa semangat gerakan sosial yang menekankan solidaritas dan kemandirian.
Para pendukungnya menilai dukungan masyarakat sangat penting agar koperasi mampu tumbuh berkelanjutan dan memberi dampak nyata.
Di Sulawesi Tengah, masyarakat diajak untuk memanfaatkan program tersebut secara maksimal.
Harapannya, koperasi dapat menjadi ruang bersama yang memperkuat kesejahteraan anggota sekaligus mendorong kedaulatan ekonomi nasional di masa depan.