BOGOR.24JAMNEWS.COM - Korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara terus bertambah.
Hingga Selasa sore, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat situasi yang semakin gawat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melaporkan bahwa jumlah korban meninggal sudah mencapai tujuh ratus dua belas orang.
Baca Juga: Korban Tewas Bencana Sumatera Tembus 604 Orang, Warga Hilang dan Luka Terus Bertambah
Sebanyak lima ratus tujuh warga masih hilang dan upaya pencarian terus berlangsung sepanjang hari.
Jumlah korban luka mencapai dua ribu lima ratus enam puluh empat orang, sementara total warga terdampak melampaui tiga koma tiga juta jiwa.
Lebih dari satu koma satu juta orang terpaksa mengungsi karena rumah mereka tenggelam, tersapu arus, atau berdiri dalam kondisi tidak layak huni.
Rincian per provinsi menunjukkan skala kerusakan yang tidak merata. Aceh mencatat dua ratus delapan belas korban meninggal dengan dua ratus dua puluh tujuh orang masih hilang.
Di Sumatera Barat, korban meninggal mencapai seratus sembilan puluh tiga orang dan seratus tujuh belas orang belum ditemukan.
Kondisi paling berat terlihat di Sumatera Utara yang melaporkan tiga ratus satu korban meninggal dan seratus enam puluh tiga korban hilang.
Selain menelan korban jiwa, bencana ini juga menghancurkan permukiman dan infrastruktur.
Tiga ribu enam ratus rumah masuk kategori rusak berat, dua ribu seratus rumah rusak sedang, dan tiga ribu tujuh ratus rumah lainnya rusak ringan.
Kerusakan juga menimpa tiga ratus dua puluh tiga fasilitas pendidikan dan dua ratus sembilan puluh sembilan jembatan yang kini tidak dapat digunakan.
Abdul Muhari menegaskan bahwa tim gabungan masih bergerak dari satu titik ke titik lain untuk mencari korban, mengevakuasi warga, dan menyalurkan logistik.