hukum

Ramai Narasi 'Istri Digebrak Meja Jahit', Warga: Ini Bukan soal Julid, Tapi Bangunan Ilegal di Fasum

Selasa, 2 Desember 2025 | 21:05 WIB
Surat peringatan developer kepada pemilik bangunan pada 2016 yang meminta penghentian pembangunan di lahan fasum Gemilang Lido. (DM )

BOGOR.24JAMNEWS.COM - Polemik bangunan konveksi di atas lahan fasilitas umum (fasum) Perumahan Gemilang Lido semakin memanas. 

Baru-baru ini muncul narasi yang menyebut persoalan bermula dari dugaan seorang pekerja perempuan “digebrak meja jahit” karena sering bermain HP, lalu suaminya tidak terima dan memprotes. 

Cerita tersebut kemudian dihubung-hubungkan dengan konflik warga dan keberadaan bangunan konveksi.

Baca Juga: Sidak Konveksi Gemilang Lido Bongkar Intimidasi Pekerja hingga Dugaan Penguasaan Tanah Fasum

Namun menurut warga, narasi itu tidak ada kaitannya dengan inti masalah. Mereka menilai isu tersebut justru digunakan untuk mengalihkan fokus utama masyarakat.

“Ini bukan soal julid atau masalah rumah tangga. Ini soal bangunan ilegal di fasum,” tegas YB, salah seorang warga, Selasa 1 Desember 2025.

Warga juga membantah bahwa persoalan pekerja menjadi pemicu utama polemik.

Mereka menuturkan bahwa ada pekerja pria di lokasi konveksi yang justru sering bermain judi online melalui HP saat jam istirahat. 

Hal itu dianggap menunjukkan bahwa masalah penggunaan HP tidak pernah menjadi isu serius sebelum narasi soal “gebrak meja” disebarkan. 

“Kalau bahas soal HP, yang main judol juga adam. Jadi narasi soal istrinya main HP itu dilebih-lebihkan,” ucap YB. 

Baca Juga: Suami Pekerja Ngamuk, Penanggung Jawab Konveksi Ilegal di Lido Terancam Dipolisikan karena Intimidasi

Ia menduga narasi tersebut sengaja dipolitisasi untuk menutupi persoalan penting, yakni keberadaan bangunan konveksi tanpa izin di atas lahan fasum.

Menurut warga, polemik konveksi ini bukan persoalan baru. Masalah keberadaan bangunan sudah muncul sejak 2016. 

Site plan resmi perumahan menunjukkan dengan jelas bahwa lokasi berdirinya konveksi merupakan area fasilitas umum, bukan kavling hunian. 

Warga juga menyimpan surat peringatan dari pihak developer pada tahun yang sama yang meminta agar tidak ada bangunan didirikan di lokasi tersebut. 

Halaman:

Tags

Terkini