• Sabtu, 18 April 2026

Sekwan DPRD Bogor Curi Start Susun Program 2027 Sekda Apresiasi Soroti Pentingnya Sinergi Eksekutif Legislatif

Photo Author
Agung Fathirrobbani, Bogor 24 Jam
- Rabu, 15 April 2026 | 15:13 WIB
Sekda Bogor Ajat Rochmat Jatnika saat rapat kerja bersama DPRD di Cisarua bahas Renja 2027 (Ist)
Sekda Bogor Ajat Rochmat Jatnika saat rapat kerja bersama DPRD di Cisarua bahas Renja 2027 (Ist)

BOGOR.24JAMNEWS.COM – Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Sekretariat DPRD Kabupaten Bogor yang lebih awal memulai pembahasan program dan rencana kerja tahun 2027.

Apresiasi tersebut disampaikan Ajat saat menghadiri rapat kerja bersama DPRD Kabupaten Bogor di kawasan Cisarua, Selasa 14 April 2026.

Ia menilai inisiatif Sekretariat Dewan merupakan bentuk kesiapan dalam menyusun perencanaan yang matang untuk tahun mendatang.

Baca Juga: Hasil Audit Terungkap Dugaan Jual Beli Jabatan di Bogor Tidak Libatkan BKPSDM Empat PNS Disorot

Menurutnya, langkah yang dilakukan Sekwan menjadi sinyal positif bahwa perencanaan program sudah mulai disiapkan lebih dini dibandingkan perangkat daerah lainnya.

“Ini patut diapresiasi karena Sekretariat DPRD sudah lebih dulu memulai. Artinya, ada kesiapan dalam merancang program kerja ke depan,” ujar Ajat.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keselarasan antara DPRD dan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan.

Baca Juga: Gebrakan Hutan Kota Bogor 156 Hektare Terwujud Rudy Susmanto Ajak Warga Jaga Lingkungan Sejak Sekarang

Ajat mengibaratkan hubungan tersebut seperti pasangan yang harus berjalan seiring agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam proses perencanaan.

Ajat menjelaskan, tantangan pembangunan ke depan menuntut komunikasi yang kuat antara pihak legislatif dan eksekutif.

Dengan koordinasi yang baik, diharapkan program yang disusun dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim, menegaskan bahwa penyusunan rencana kerja bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum strategis untuk menghasilkan program yang berkualitas.

Baca Juga: MQK ke 2 Bogor 2026 Jadi Ajang Strategis Cetak Santri Unggul Jaro Ade Tekankan Peran Besar Pesantren

Ia menyebut, rencana kerja harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pelaksanaan fungsi DPRD secara optimal, baik dalam hal legislasi, penganggaran, maupun pengawasan.

“Renja ini bukan formalitas, tetapi momentum untuk memastikan program benar-benar berdampak bagi masyarakat,” kata Agus Salim.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Agung Fathirrobbani

Tags

Terkini

X