• Sabtu, 18 April 2026

Hampir Seribu Santri Ramaikan MQK Bogor 2026 Ajang Bergengsi Uji Kitab Kuning dan Cetak Ulama Muda

Photo Author
Agung Fathirrobbani, Bogor 24 Jam
- Jumat, 17 April 2026 | 00:54 WIB
Ratusan santri ikuti MQK Bogor 2026, uji kemampuan kitab kuning dan asah keilmuan pesantren (Ist)
Ratusan santri ikuti MQK Bogor 2026, uji kemampuan kitab kuning dan asah keilmuan pesantren (Ist)

BOGOR.24JAMNEWS.COM – Pelaksanaan Musabaqah Qira’atil Kutub MQK ke-2 tingkat Kabupaten Bogor mendapat respons positif dari para santri.

Kegiatan ini dinilai menjadi wadah strategis untuk mengaktualisasikan kemampuan dalam memahami kitab kuning yang selama ini dipelajari di pesantren.

MQK ke-2 tingkat Kabupaten Bogor digelar pada 13 hingga 15 April 2026, di Pondok Pesantren Fajrussalam, Babakan Madang.

Baca Juga: Rudy Susmanto Dorong Sinergi Jabar dan Kabupaten Bogor di Musrenbang 2027 Fokus Infrastruktur dan Kesehatan

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bogor, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, serta pondok pesantren, dengan jumlah peserta mencapai sekitar 997 santri dari 40 kecamatan.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan komitmennya dalam mendukung penyelenggaraan MQK sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan dan semangat belajar santri dalam mendalami ilmu agama Islam melalui kitab kuning.

Para peserta berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, karena dinilai mampu menjadi ruang untuk mengembangkan potensi, memperluas pengalaman, serta memperkuat eksistensi keilmuan pesantren di tengah masyarakat.

Baca Juga: Ketua TP PKK Kabupaten Bogor Lantik Enam Ketua Kecamatan dan Ajak Kader Bekerja Ikhlas untuk Masyarakat

Salah satu peserta, Annisa Nurinayah Maulida, santri dari Muhammadiyah Boarding School Ki Bagus Hadikusumo, Jampang, Kecamatan Kemang, mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari keikutsertaannya dalam MQK.

Ia mengikuti ajang tersebut untuk mengembangkan diri, menambah wawasan, serta memperluas jaringan pertemanan antar santri.

“Ini bukan sekadar soal bisa atau tidak, tetapi tentang kemauan untuk belajar dan mencoba,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkab Bogor dan Polres Bentuk Tim Khusus Berantas Pungli Puncak dan Pakansari Jadi Target Utama

Ia menjelaskan bahwa MQK memberikan kesempatan bagi santri untuk mengimplementasikan kemampuan membaca kitab kuning yang selama ini dipelajari di kelas ke dalam bentuk kompetisi.

“Lewat MQK, kemampuan santri dalam membaca kitab gundul dapat ditunjukkan kepada masyarakat luas. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa santri memiliki kompetensi keilmuan yang tidak semua orang miliki di luar pesantren,” tandasnya.

Di akhir pernyataannya, Annisa menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya atas doa dan dukungan yang terus diberikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Agung Fathirrobbani

Tags

Terkini

X