BOGOR.24JAMNEWS.COM – Suasana perayaan Hari Raya Idul Fitri di wilayah Kabupaten Bogor semakin semarak dengan digelarnya Festival Kuluwung Sunda di Desa Jagatamu, Kecamatan Cariu.
Kegiatan pesta rakyat ini berlangsung selama dua hari, yakni 23 hingga 24 Maret 2026.
Festival yang digelar di kawasan dekat aliran Sungai Cipamingkis River tersebut menjadi magnet bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga: Kades Nanggerang Buka Suara Soal Sewa GOR Disebut Sementara Dana Dipakai untuk Kegiatan Sosial Warga
Warga tampak antusias memadati lokasi untuk menyaksikan tradisi khas yang jarang digelar setiap tahunnya.
Kuluwung merupakan meriam tradisional yang dibuat dari batang kayu randu atau kapuk berukuran besar dengan panjang mencapai 6 hingga 8 meter.
Meriam ini diisi menggunakan karbit, kemudian dibakar hingga menghasilkan suara dentuman keras yang menggema dan saling bersahutan.
Baca Juga: Jangan Mudah Menggeneralisasi Ini Bahaya Menilai Profesi dari Ulah Oknum di Tengah Maraknya Kasus
Menurut keterangan warga setempat, tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat, khususnya di wilayah Cariu dan Jonggol.
“Festival ini bukan sekadar hiburan, tapi juga ajang mempererat silaturahmi antarwarga setelah Lebaran,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Secara umum, Festival Kuluwung digelar usai Idul Fitri dan dalam beberapa kesempatan hanya dilaksanakan setiap tiga hingga lima tahun sekali.
Hal inilah yang membuat momen tersebut selalu dinanti-nanti oleh masyarakat.
Meski sempat diguyur hujan, jalannya acara tetap berlangsung meriah.