hukum

16 Jamaah Umrah Datangi Kantor Travel di Lebak, Janji Berangkat Gagal Berulang, Dana Rp326 Juta Dipertanyakan

Minggu, 14 Desember 2025 | 14:19 WIB
Kantor PT Sinaya Amanah Wisata Tour di Citra Maja Raya, Lebak, Banten, didatangi jamaah umrah yang menuntut kejelasan keberangkatan dan pengembalian dana. (Deddy Martin )

BOGOR24JAMNEWS.COM — Sebanyak 16 jamaah umrah mendatangi kantor PT Sinaya Amanah Wisata Tour yang berlokasi di Citra Maja Raya, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat 12 Desember 2025.

Kedatangan mereka dipicu gagalnya keberangkatan umrah yang telah dijanjikan pihak travel hingga beberapa kali mengalami penundaan tanpa kepastian.

Rombongan jamaah dipimpin oleh Ustaz Yayan Royani, warga Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. 

Baca Juga: Nama Dicatut dalam Kasus Rokok Ilegal Warga Pancawati S Tegaskan Tidak Terlibat dan Sebut Tuduhan Keliru

Ia menyampaikan bahwa para jamaah awalnya dijadwalkan berangkat umrah pada 27 November 2025.

Namun, keberangkatan tersebut dibatalkan secara sepihak oleh pihak travel dengan alasan pengunduran jadwal.

Menurut keterangan Direktur Utama PT Sinaya Amanah Wisata Tour, Hj. Surya Sapei, jadwal keberangkatan kemudian dijanjikan ulang pada 2 Desember 2025. 

Akan tetapi, hingga tanggal tersebut, jamaah kembali tidak diberangkatkan, sehingga menimbulkan kekecewaan dan hilangnya kepercayaan.

Sebagai bentuk kesepakatan, pihak travel dan jamaah sempat menandatangani surat perjanjian tertulis di kantor perusahaan. 

Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa apabila keberangkatan umrah kembali gagal, pihak perusahaan bersedia mengembalikan dana jamaah sebesar Rp326.000.000 yang telah disetorkan oleh 16 orang.

Namun kenyataannya, keberangkatan pada 2 Desember 2025 kembali tidak terealisasi. Pihak travel lalu menjanjikan jadwal baru pada 9 Desember 2025, yang hingga kini juga tidak terlaksana.

Merasa dirugikan, para jamaah kembali mendatangi kantor PT Sinaya Amanah Wisata Tour pada Jumat 12 Desember 2025. 

Sayangnya, Direktur Utama tidak berada di lokasi dan tidak menemui jamaah, sehingga memicu kekecewaan yang lebih mendalam.

Upaya lanjutan dilakukan dengan mendatangi bendahara perusahaan, Hj. Sukaesih, yang juga merupakan istri dari Direktur Utama. 

Namun, langkah tersebut juga tidak membuahkan hasil. Jamaah tetap menuntut pengembalian dana yang telah mereka setorkan untuk ibadah umrah yang tak kunjung diberangkatkan.

Halaman:

Tags

Terkini