BOGOR.24JAMNEWS.COM — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan pembenahan menyeluruh di berbagai sektor, termasuk penataan lingkungan melalui program Aman Sehat Resik dan Indah, Kamis 9 April 2026.
Arahan tersebut mendorong pemerintah daerah, termasuk Kota Bogor, untuk melakukan penertiban dari tingkat wilayah hingga pusat kota.
Pemerintah Kota Bogor di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedie A Rachim terus melakukan penataan di enam kecamatan.
Baca Juga: Wamendagri Tinjau WFH Bogor Sistem Ketat dan Hemat Anggaran Hingga Ratusan Juta Per Bulan
Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari penertiban bangunan liar yang mengganggu badan jalan hingga relokasi pedagang kaki lima yang menempati trotoar dan saluran air.
PKL yang sebelumnya berjualan di pedestrian dipindahkan ke lokasi resmi seperti Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong Sukasari.
Langkah ini diambil untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum sekaligus mengurangi dampak sampah.
Baca Juga: Sidak Tengah Malam Wali Kota Bogor Bongkar PKL Listrik Ilegal dan Miras di Kawasan Alun Alun
Dedie menegaskan bahwa penertiban tidak akan berhenti dan akan terus dilanjutkan ke titik-titik lain yang masih bermasalah.
“Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan ketertiban, kebersihan, dan keindahan Kota Bogor sesuai harapan masyarakat,” ujarnya saat melakukan peninjauan di kawasan Alun-alun Kota Bogor.
Selain itu, aktivitas distribusi barang yang sebelumnya dilakukan di badan jalan juga ditertibkan.
Baca Juga: Jembatan Perintis Garuda Dibangun di Bogor Akses Warga Makin Mudah Program Presiden Terus Digenjot
Angkutan sayur dan buah kini diarahkan untuk melakukan bongkar muat di pasar resmi.
Dampak dari penataan tersebut mulai terlihat, terutama pada penurunan volume sampah jika sebelumnya timbulan sampah mencapai 20 hingga 30 ton per hari, kini berkurang menjadi sekitar 10 ton.
“Ini menjadi perhatian kami untuk terus menyelesaikan persoalan ketertiban di Kota Bogor,” kata Dedie.