Baca Juga: Penyesuaian Jadwal KRL Lintas Bogor Jakarta Mulai 13 April 2026 Dampak Proyek Pengembangan Stasiun
Nilai tersebut dinilai relevan untuk ditanamkan sejak dini guna membentuk karakter anak yang berakhlak dan beretika dalam kehidupan sosial.
Dalam sesi praktik, peserta diajak mempelajari gerakan brain dance yang terinspirasi dari tari tradisional Minangkabau.
Pendekatan ini berbasis prinsip neuroestetika yang menghubungkan gerakan tubuh dengan stimulasi otak dan emosi anak.
Baca Juga: Uji Coba Bus Listrik Rute Bojong Gede Sentul Disambut Antusias Warga
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para guru terlihat antusias, terutama saat mengikuti praktik langsung yang dinilai mudah diterapkan di lingkungan PAUD.
Metode ini dianggap mampu meningkatkan keterlibatan anak dalam proses belajar.
Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan dapat menjadi motor penggerak perubahan dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal.
Baca Juga: Aktivitas PKL Kembali Terlihat di Jalan Pedati Lawang Seketeng pada Malam Hari
Pelatihan ini juga sejalan dengan upaya mendukung pendidikan berkualitas yang berakar pada nilai budaya bangsa.
Sinergi antara pendidikan, budaya, dan inovasi dinilai menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing di masa depan. (RW)