• Sabtu, 18 April 2026

Relawan Ambulans Di Jalanan Mereka Tak Dibayar Tapi Menyelamatkan Nyawa Jadi Kehormatan

Photo Author
Yosep Bonang, Bogor 24 Jam
- Senin, 6 April 2026 | 13:39 WIB
Relawan ambulans tanpa pamrih, berjuang di jalan demi satu tujuan menyelamatkan (Ist)
Relawan ambulans tanpa pamrih, berjuang di jalan demi satu tujuan menyelamatkan (Ist)

BGOR.24JAMNEWS.COM – Di tengah kemacetan yang sering membuat frustrasi, tiba-tiba terdengar sirine ambulans memecah jalan di depannya, melaju seorang relawan dengan sepeda motor, memberi isyarat, mengetuk kesadaran para pengendara agar menepi, Senin, 6 April 2026.

Bukan aparat, bukan pula pekerja bergaji melainkan relawan ambulans yang bekerja dengan satu tujuan menyelamatkan nyawa.

Tak sedikit yang bertanya dengan nada heran, “Ngapain capek-capek jadi relawan ambulans? Nggak dibayar, harus panas-panasan, bahkan berisiko di jalan.”

Baca Juga: Mabar Mancing Sesi ke 19 di Bogor Selatan Pererat Silaturahmi dan Kebersamaan

Namun bagi mereka, jawabannya justru sederhana dan menyentuh.

“Ini bukan tentang uang. Ini tentang kemanusiaan. Tentang pahala, tentang bagaimana kita bisa membantu orang lain di saat paling genting dalam hidupnya. Nyawa seseorang jauh lebih berharga daripada materi,” ungkap salah satu relawan.

Peran mereka mungkin sering dianggap sepele. Hanya “membuka jalan”. Tapi di balik itu, ada tanggung jawab besar.

Baca Juga: Dedie Rachim Paparkan LKPJ 2025, Kinerja Pemkot Bogor Tunjukkan Tren Positif

Setiap detik yang berhasil dipersingkat bisa menjadi penentu antara hidup dan mati. Dalam kondisi darurat, waktu bukan lagi sekadar angka melainkan harapan.

Dengan perlengkapan seadanya dan semangat yang luar biasa, para relawan ini menembus kemacetan, menghadapi pengendara yang kadang tak peduli, bahkan mempertaruhkan keselamatan diri sendiri.

Semua dilakukan tanpa kontrak kerja, tanpa gaji, tanpa jaminan hanya dengan niat tulus.

Baca Juga: PKL Masuk Pasar Kini Bisa Akses KUR dan Pinjaman Tanpa Agunan Langkah Nyata Pemkot Bogor Dongkrak Ekonomi

Di era di mana banyak hal diukur dengan uang, kehadiran relawan ambulans menjadi tamparan halus bagi nurani kita.

Bahwa masih ada orang-orang yang memilih berbuat baik tanpa pamrih, membantu tanpa berharap balasan.

Kisah mereka bukan sekadar cerita jalanan, tapi pesan kuat bagi masyarakat, bahwa sekecil apa pun kontribusi kita, bisa menjadi penyelamat bagi orang lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Agung Fathirrobbani

Tags

Terkini

X