BOGOR.24JAMNEWS.COM – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor Yantie Rachim melakukan peninjauan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di sejumlah sekolah serta dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kota Bogor, Rabu 11 Maret 2026.
Kegiatan monitoring tersebut dilakukan di SMK Kamandaka Bogor dan MTs Negeri Bogor. Selain itu, Yantie juga meninjau langsung dapur SPPG Tegal Gundil 04 yang berlokasi di Jalan Celingcing Raya, Kota Bogor.
Dalam peninjauan tersebut, Yantie melihat secara langsung proses pendistribusian makanan kepada para siswa sekaligus memastikan kualitas makanan serta kandungan gizi dari menu MBG yang disediakan selama bulan Ramadan.
Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bertujuan membuat anak-anak merasa kenyang, tetapi juga harus mampu memenuhi kebutuhan nutrisi mereka.
“Peninjauan yang kami lakukan hari ini untuk memastikan siswa mendapatkan MBG yang baik, enak, sehat, dan tentu saja bergizi,” ujar Yantie.
Ia menilai pembiasaan mengonsumsi makanan sehat perlu ditanamkan sejak dini, termasuk membiasakan anak-anak untuk mengonsumsi sayur dan buah sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Yantie menjelaskan bahwa dalam program MBG, siswa juga dapat dilibatkan dengan memberikan masukan terkait menu makanan yang mereka inginkan.
Namun, menu tersebut tetap harus memenuhi komposisi gizi yang seimbang.
“Anak-anak harus dibiasakan makan sayur dan buah. Nanti boleh saja sekali dalam seminggu mereka ditanya ingin makan apa, tetapi tetap harus ada komposisi yang jelas seperti karbohidrat, protein, sayur, dan buah,” jelasnya.
Baca Juga: Buka Puasa Bersama Veteran, Bupati Bogor Rudy Susmanto Sampaikan Penghormatan dan Minta Doa Restu
Setelah meninjau kegiatan di sekolah, Yantie melanjutkan monitoring ke dapur SPPG Tegal Gundil 04 untuk melihat langsung proses pengolahan makanan yang nantinya akan didistribusikan kepada para penerima manfaat program MBG.
Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan sejumlah masukan agar pelaksanaan program tersebut dapat terus ditingkatkan.
Salah satu tantangan yang masih ditemui di lapangan adalah masih adanya siswa yang kurang menyukai sayur.