• Sabtu, 18 April 2026

Padepokan Silat Cimande Diresmikan Negara Dorong Tradisi Cimande Jadi Pusat Budaya dan Wisata

Photo Author
Yosep Bonang, Bogor 24 Jam
- Minggu, 21 Desember 2025 | 18:51 WIB
Peresmian Padepokan Silat Cimande di Bogor dihadiri tokoh adat, pesilat, dan unsur pemerintah sebagai penguatan tradisi silat Nusantara. (Yosep Bonang )
Peresmian Padepokan Silat Cimande di Bogor dihadiri tokoh adat, pesilat, dan unsur pemerintah sebagai penguatan tradisi silat Nusantara. (Yosep Bonang )

BOGOR.24JAMNEWS.COM — Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia meresmikan Padepokan Silat Cimande di Desa Cimande, Kabupaten Bogor, sekaligus mendukung penyelenggaraan Festival Rakyat Cimande, Sabtu 20 Desember 2025. 

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem tradisi pencak silat Nusantara agar tetap hidup dan relevan di tengah dinamika zaman.

Peresmian dihadiri langsung Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa revitalisasi dan pengaktifan kembali padepokan merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjaga ruang-ruang kebudayaan agar berfungsi optimal bagi masyarakat.

Baca Juga: Film Suka Duka Tawa Siap Hangatkan Awal 2026, Komedi Keluarga yang Mengajak Menertawakan Luka

Menurut Fadli, Padepokan Cimande tidak hanya menjadi tempat berlatih silat, tetapi juga dapat berkembang sebagai pusat kegiatan budaya, seperti lokakarya, pendidikan pencak silat, hingga festival yang digelar secara berkelanjutan. 

Aktivitas tersebut diyakini mampu menggerakkan ekonomi budaya masyarakat setempat.

“Cimande memiliki peluang besar untuk tumbuh sebagai destinasi budaya. Bukan hanya silat, tetapi juga wisata kesehatan, religi, dan kuliner yang berbasis identitas lokal,” ujarnya.

Menteri Kebudayaan menyerahkan piagam peresmian Padepokan Silat Cimande sebagai pusat edukasi dan pelestarian pencak silat.
Menteri Kebudayaan menyerahkan piagam peresmian Padepokan Silat Cimande sebagai pusat edukasi dan pelestarian pencak silat. (Yosep Bonang )

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menjelaskan bahwa Padepokan Silat Cimande diarahkan menjadi pusat strategis pemajuan kebudayaan nasional.

Ia menyebutkan, fasilitas tersebut difungsikan sebagai ruang edukasi dan regenerasi pesilat, pusat dokumentasi sejarah aliran Cimande, sekaligus destinasi wisata berbasis pengalaman budaya yang memungkinkan interaksi langsung dengan kearifan lokal.

“Padepokan ini kami dorong sebagai ruang hidup kebudayaan, tempat belajar, berlatih, dan memahami nilai-nilai luhur pencak silat sebagai warisan bangsa,” kata Ahmad Mahendra.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kementerian Kebudayaan juga meresmikan Pusat Pencak Silat Aliran Cimande serta mendukung Festival Rakyat Cimande sebagai momentum aktivasi sarana kebudayaan secara berkelanjutan, bukan sekadar seremoni.

Sepanjang 2025, Kementerian Kebudayaan telah menyalurkan bantuan sarana dan prasarana kebudayaan di 60 titik di berbagai daerah. 

Program ini mencakup revitalisasi fisik serta pendukungan fasilitas aktivitas budaya, dengan puluhan lokasi telah aktif dimanfaatkan masyarakat.

Melalui peresmian Padepokan Silat Cimande, pemerintah berharap pencak silat tidak hanya terjaga sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan sosial, ekonomi, dan identitas bangsa.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Agung Fathirrobbani

Tags

Terkini

X