BOGOR.24JAMNEWS.COM — BION Studios bersama Spasi Moving Image membuka awal tahun 2026 dengan menghadirkan film drama komedi keluarga Suka Duka Tawa.
Film debut sutradara Aco Tenriyagelli ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 8 Januari 2026.
Sejak penayangan perdananya dalam sesi press screening, Suka Duka Tawa mendapat sambutan hangat dari para penonton.
Film ini tak hanya menyuguhkan komedi, tetapi juga menghadirkan ruang refleksi emosional tentang luka keluarga yang kerap terpendam.
Mengusung gagasan “menertawakan luka dengan tawa”, Aco Tenriyagelli menghadirkan pendekatan personal dalam film panjang pertamanya.
Bersama Tersi Eva Ranti dan Ajish Dibyo sebagai produser, film ini dirancang untuk menyentuh penonton melalui humor yang membumi dan drama yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Rekam jejak Aco di film pendek hingga serial menunjukkan karakter bertutur yang kuat. Di film ini, ia memberi ruang bagi penonton untuk tertawa, terharu, sekaligus bercermin pada luka masing-masing,” ujar produser Tersi Eva Ranti.
Kedekatan Aco dengan dunia musik turut memperkaya film ini. Soundtrack yang digunakan bukan sekadar pengiring, melainkan bagian dari narasi emosional.
Kehadiran kembali karya The Adams di layar lebar menjadi salah satu elemen yang membangun nuansa nostalgia dan refleksi sepanjang film.
“Lewat film ini, saya ingin menunjukkan bahwa luka bisa diolah lewat komedi,” kata Aco Tenriyagelli. Menurutnya, dunia stand-up comedy menjadi medium yang tepat untuk merepresentasikan pengalaman generasi muda yang tumbuh dengan kehilangan figur ayah.
Respons positif juga datang dari berbagai pemutaran awal, termasuk di Jogja-NETPAC Asian Film Festival serta sesi screening mendadak di Depok.
Antusiasme tersebut menunjukkan kedekatan emosional film ini dengan penontonnya.
Kisah berpusat pada karakter Tawa yang diperankan Rachel Amanda. Perjalanan Tawa menghadapi luka masa kecilnya menjadi benang merah cerita, sekaligus mengajak penonton merenungkan makna memaafkan dan bertumbuh bersama masa lalu.
Nuansa komedi diperkuat oleh chemistry para pemain, termasuk Bintang Emon, Enzy Storia, Arif Brata, dan Gilang Bhaskara sebagai geng stand-up Tawa.
Sementara Abdel Achrian, Nazira C. Noer, dan Mang Saswi memberi warna komedi dengan pendekatan yang segar.