BOGOR.24JAMNEWS.COM - Aksi tawuran remaja yang diduga melibatkan kelompok geng motor kembali berulang di sepanjang Jalan Raya Bogor hingga perbatasan Sukabumi, tepatnya di wilayah Cicurug.
Dalam rentang waktu sejak Maret hingga awal April 2026, sedikitnya lima insiden serupa dilaporkan terjadi pada dini hari, umumnya setelah pukul 01.00 WIB.
Pola kejadian yang berulang pada waktu dan jalur yang sama memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Baca Juga: Kabupaten Bogor Tembus 3 Besar Jabar dan 4 Besar 2025 Ini Rahasia Lonjakan Pembangunan
Sejumlah warga menyebut, sebelum bentrokan terjadi, kerap terlihat rombongan sepeda motor melintas dengan suara bising, disertai teriakan dan dugaan membawa senjata tajam, Selasa 11 April 2026.
“Lewat jam satu malam sering ada rombongan motor. Teriak-teriak, bahkan terlihat seperti bawa senjata tajam. Tidak lama kemudian biasanya terjadi keributan,” kata seorang warga yang meminta.
Namun, belum dapat dipastikan apakah korban merupakan target dalam bentrokan tersebut atau justru terkena imbas secara acak.
Baca Juga: Tiang Provider Roboh Timpa Rumah di Ciadeg Saat Hujan Angin Deras Anak Luka Luka Kena Puing Genteng
Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan kronologi lengkap dari masing-masing peristiwa.
Warga menduga adanya kemungkinan aksi yang terorganisir, mengingat frekuensi kejadian yang relatif intens dalam waktu singkat.
Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Baca Juga: Musdesus Transparan, Pemdes Cimande Hilir Tetapkan 56 Penerima BLT Dana Desa 2026
Menanggapi situasi tersebut, aparat kepolisian disebut telah meningkatkan langkah pencegahan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Sejumlah upaya yang dilakukan antara lain peningkatan patroli rutin pada jam rawan, khususnya dini hari, serta pemantauan di titik-titik yang dianggap rawan terjadi tawuran.
Selain itu, polisi juga disebut melakukan pendekatan preventif dengan memberikan imbauan kepada kelompok remaja, serta berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan lingkungan setempat untuk mengantisipasi potensi bentrokan.