• Sabtu, 18 April 2026

Longsor Dekat Sekolah di Sukamakmur DPU Bogor Tancap Gas Pasang Bronjong 40 Meter

Photo Author
Yosep Bonang, Bogor 24 Jam
- Kamis, 12 Februari 2026 | 12:54 WIB
Petugas DPU Bogor memasang bronjong di lokasi longsor dekat SDN Arca Sukawangi untuk cegah risiko susulan. (Ist)
Petugas DPU Bogor memasang bronjong di lokasi longsor dekat SDN Arca Sukawangi untuk cegah risiko susulan. (Ist)

BOGOR.24JAMNEWS.COM - Ancaman longsor yang terjadi di sekitar SDN Arca Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, langsung mendapat penanganan cepat dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

Lokasi longsoran berada di jalur strategis penghubung Puncak Dua–Cipanas, Cianjur, yang setiap hari dilalui kendaraan dengan intensitas tinggi, Kamis 12 Februari 2026.

Kondisi lereng yang labil dan posisinya yang berdekatan dengan area sekolah menimbulkan kekhawatiran serius. SDN Arca Sukawangi tercatat memiliki 214 siswa aktif yang setiap hari mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga: Wadirut MIND ID Ungkap Makna Indonesia Naik Kelas, Bukan Sekadar Tumbuh tapi Berdampak bagi Rakyat

Selain berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas, longsor dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa, tenaga pendidik, serta pengguna jalan.

Merespons situasi tersebut, Bupati Bogor Rudy Susmanto menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bogor untuk melakukan penanganan darurat.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pemasangan bronjong sepanjang 40 meter, dengan lebar 2 meter dan tinggi mencapai 7 meter di titik rawan longsor.

Baca Juga: HPN 2026 dan HUT ke 80 PWI Kota Bogor, Ambulans Gratis Diluncurkan, Dedie dan Jenal Beri Apresiasi

Plt Camat Sukamakmur, Gogo Badarudin, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Menurutnya, respons sigap ini sangat krusial untuk mencegah risiko yang lebih besar, terutama terhadap keselamatan siswa dan aktivitas pendidikan.

“Penanganan cepat ini sangat kami apresiasi. Keselamatan masyarakat dan anak-anak sekolah menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Baca Juga: Reses di Cigombong, Wawan Haikal Tegaskan Pembangunan Harus Adil dan Tepat Sasaran

Pemerintah daerah juga memastikan akan terus melakukan pemantauan di lokasi, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi dan berpotensi memicu pergerakan tanah lanjutan.

Dengan langkah mitigasi yang dilakukan, diharapkan potensi bahaya dapat ditekan dan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar, dapat kembali berlangsung dengan aman dan kondusif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Agung Fathirrobbani

Tags

Terkini

X