• Sabtu, 18 April 2026

BNNK Bogor Ungkap Lonjakan Pengguna Narkoba, Pelajar dan Ibu Rumah Tangga Terlibat dalam Kasus Terbaru

Photo Author
Agung Fathirrobbani, Bogor 24 Jam
- Jumat, 12 Desember 2025 | 00:05 WIB
Petugas BNNK Bogor memeriksa sampel urine dan mencatat hasil tes narkoba dalam operasi pengawasan terpadu. (AG )
Petugas BNNK Bogor memeriksa sampel urine dan mencatat hasil tes narkoba dalam operasi pengawasan terpadu. (AG )

BOGOR.24JAMNEWS.COM— Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor terus mengintensifkan langkah pencegahan maupun pemberantasan narkoba sebagai upaya memperkuat ketahanan bangsa, Kamis 11 Desember 2025.

Salah satu fokusnya adalah transformasi program P4GN dengan menggerakkan aksi nasional antinarkotika yang dimulai dari anak dan keluarga.

Gerakan ini ditegaskan selaras dengan arahan Kepala BNN RI yang menempatkan keluarga sebagai benteng pertama ketahanan nasional, terutama dalam menjaga anak-anak dari ancaman narkoba.

Baca Juga: Skor Integritas Kabupaten Bogor Naik Tajam, Lepas dari Zona Merah dan Salip Rata Rata Nasional

Kepala BNNK Bogor, Kombes Pol Anggun Cahyono, menjelaskan bahwa jajarannya tengah menggelar silaturahmi dan bimbingan teknis bagi agen pemulihan di desa maupun yayasan rehabilitasi.

“Tahun ini kami menangani tiga Laporan Kejadian Narkotika. Dua di antaranya berupa kasus narkotika dan satu sudah P21, sementara dua lainnya dalam proses. Barang bukti yang diamankan meliputi ganja dan sabu. Kasus terbaru melibatkan seorang ibu rumah tangga yang diduga sebagai pengedar sabu,” ujarnya.

BNNK Bogor juga mencatat 50 klien rehabilitasi sepanjang tahun ini, dengan target asesmen terpadu sekitar 70 orang. 

Dari laporan masyarakat, petugas mengamankan 12 pengguna, termasuk delapan pelajar SMA dan SMK di wilayah Jonggol.

“Tidak hanya pelajar, ada juga mahasiswa yang kedapatan memakai tembakau sintetis. Kasus ini terungkap dua minggu lalu setelah laporan warga kami tindaklanjuti. Barang bukti sinte yang ditemukan sekitar dua gram,” tambahnya.

Anggun menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam memperluas jangkauan pencegahan. 

Dengan populasi Kabupaten Bogor mencapai enam juta jiwa, prevalensi pengguna narkoba diperkirakan mencapai 1,3 persen atau sekitar 100 ribu orang.

“Mari saling menjaga keluarga, tetangga, dan teman dari bahaya narkoba. Jangan ragu melapor. Rehabilitasi tidak dipungut biaya. Sambut tahun baru dengan hidup sehat tanpa narkoba,” pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Agung Fathirrobbani

Tags

Terkini

X